Adejuve

Cilondok Pasirsalam Mangunreja Tasikmalaya

PRAMUKA DAN KURIKULUM 2013

pramuka04Dalam Permendikbud No. 81 A tahun 2013 tentang implementasi kuikulum 2013 disebutkan bahwa Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu perangkat operasional (supplement dan complements). Dalam peremdnikbud tersebut juga disebutkan bahawa ekstra kulikuler ada yang bersipat wajibdana ada eksztrakulikuler pilihan. Ekstra kulikuler wajib merupakan ekstra kulikuler yang harus diikuti oleh seluurh peserta didik, kecuali bagi peserta diidk tertentu yang tidak memungkinkan untuk mengikuti ekstra kulikuler tersebut. Sedangka ekstra kulikuler pilihan adalah ekstar kulikuler yang bisa diikuti oleh peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya. Ekstra kulikuler wajib dalam kurikulum 2013 adalah gerakan kepramukaan. Pramuka menjadi sangat penting dalam kurikulum 2013 dan bahkan bisa mempengaruhi kenaikan peserta didik. Peserta didik harus memperoleh nilai memuaskan, jika nilai pramuka selama dua semester di bawah memuaskan, maka peserta didik harus mengikuti program khusus. Hal ini tentu membuat kita bertanya, sepenting itukah Pramuka? Mengapa pramuka dianggap penting dalam implementasi kurkulum 2013? Dalam UU No.12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disebutkan bahwa Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap anggota pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Saya kira itulah alasan utama mengapa pramuka menjadi ekstra kulikuler wajib dalam kurikulum 2013. Namun yang menajdi pertanyaan adalah tepatkah jika pramuka menjadi ekstra kulikuler wajib? Jawabannya adalah ya, sangat tepat. Penulis mempunyai pengalaman ketika sedang membimbing kegiatan Perkemahan Tamu Ambalan bagi seluruh peserta didik kelas X (sepuluh). Terdapat beberapa catatan, yang pertama adalah ternyata banyak anak (peserta diidk) yang tidak siap untuk hidup secara sederhana, mandiri, kerjasama, tanggungjawab dan disiplin. Padahal nilai-nilai itulah yang diharapkan dari gerakan pramuka. Menangis, ingin hidup mewah, enak, nyaman, selalu diberi oleh orang tua. Itulah yang terjadi. Padahal kita semua tahu bahwa anak harus dilatih untuk bisa hidup secara mandiri, sederhana, mampu bekerjasama dengan orang lain, dan disiplin guna menjalani kehidupan. Hal ini tentu menjadi masalah. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Tentu yang paling bertanggungjawab adalah keluarga dan sekolah. Pendidikan di keluarga disinyalir tidak menanamkan karakter-karakter tersebut di atas bagi anak. Sementara itu di sekolah, anak lebih banyak diejali dengan aspek intelektual/ilmu pengetahuan dan sering melupakan pendidikan karakter, walaupun terdapat pendidikan karakter. Kedua, terihat dengan jelas bahwa anak-anak yang sudah mengikuti kegiatan pramuka sejak kecil bisa berpikir dan bertindak secara mandiri, tanggungjawab, bekerjasama, dan displin. Mereka bahkan bisa menjadi pemimpin untuk rekan-rekannya. Hal ini juga terlihat dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Anak-anak anggota pramuka bisa belajar dengan disiplin dan bertanggungjawab. Bahkan mereka bisa menjadi sosok pemimpin bagi rekan-rekannya di kelas. Tentu ini hasil dari kegiatan-kegiatan yang mereka ikuti di Pramuka. Ketiga, konten dan kegiatan-kegiatan pramuka mencerminkan pelatihan karakter bagi anggotanya. Tentu kita semua tahu Dasa Darma Pramuka yaitu takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih-sayang sesama manusia, patriot yang sopan dan kesatria, patuh dan suka bermusyawarah, rela menolong dan tabah, rajin, terampil, dan gembira, hemat, cermat, dan bersahaja, disiplin, berani, dan setia, bertanggung jawab dan dapat dipercaya, serta suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Nilai-nilai luhur itu benar-benar terlihat dalam setiap kegiatan pramuka. Anggota pramuka dilatih untuk menanamkan nilai-nilai tersebut ke dalam dirinya. Kegiatan pendidikan kepramukaan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan spiritual dan intelektual, keterampilan, dan ketahanan diri yang dilaksanakan melalui metode belajar interaktif dan progresif. Dalam pramuka juga terdapat prinsip organisasi yaitu di depan menjadi teladan, di tengah membangun kemauan, dan di belakang mendorong dan memberikan motivasi kemandirian. Saya kira paparan di atas sudah sangat jelas, bahwa nilai-nilai dalam pramuka sangat tepat untuk diberikan kepada semua siswa. Hal ini karena selaras dengan alas an pengembangan kurikulum yaitu fenomena negative di kalangan pelajar sepserti perkelahian, narkoba, plagiarism, kecurangan dalam ujian. Selai itu juga kurikulum 2013 diharapkan menjadikan siswa menjadi warga Negara yang bertanggungjawab, toleran, kemampuan hidup bersama, peduli terhadap lingkungan, serta kemampuan berkomunikasi. Tujuan-tujuan tersebut berupaya untuk diwujudkan melalaui semua mata pelajaran, selain itu juga melalui kegiatan ekstrakulikuler yaitu gerakan pramuka.

27 Desember 2013 - Posted by | Alakadarna | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: