Adejuve

Cilondok Pasirsalam Mangunreja Tasikmalaya

Kurikulum 2013 dan Bahasa Sunda

KURIKULUM 2013 DAN BAHASA SUNDA
(Opini “Kabar Priangan” 12 September 2013)

Foto07821

Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tentang mata pelajaran Bhasa Sunda di kurikulum 2013 seakan menjadi angin segar bagi guru-guru bahasa Sunda yang sedang akhir-akhir ini sedang “galau” karena dalam struktur kurikulum 2013 yang dimuat dari pusat tidak terdapat mata pelajaran bahasa Sunda.
Masalah seakan selesai dengan keluarnya surat edaran tersebut, tapi ternyata kenyaataannya tidak seperti yang diharapkan. Masih banyak sekolah di Jawa Barat yang “keukeuh” dengan pandangannya bahwa dalam kurikulum 2013 tidak terdapat pelajaran Bahasa Sunda. Guru-guru bahasa Sunda pun kembali “galau”. Hal ini terlihat di grup-grup jejaring social guru bahasa daerah Jawa Barat yang membicarakan hal ini. Seorang teman di Kota tasikmalaya sempat mengeluh, bahwa di SMP di kota Tasikmalaya yang menerapkan kurikulum 2013 ada yang tidak mencantumkan mata pelajaran bahasa Sunda dalam struktur kurikulumnya. Kepala-kepala sekolah mempunyai pendapat yang beragam mengenai posisi bahasa Sunda dalam kurikulum 2013. Ada yang berpendapat bahwa bahasa sunda merupakan pelajaran mandiri sesuai dengan struktur kurikulum dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Ada juga yang menganggap bahwa bahasa Sunda hanya bagain dari pelajaran Seni Budaya. Ada juga seorang teman di sebuah SMK di Kabupaten Tasikmalaya yang berujar bahwa untuk tahun depan di sekoanya tidak lagi terdapat pelajaran bahasa Sunda karena akan menerapkan kurikulum 2013.
Kurikulum 2013 mempunyai beberapa ciri. Pertama perubahan istilah Standar Kompetensi menjadi Kompetensi Inti. Kompetensi inti untuk semua mata pelajaran sama, demikian juga Standar kompetensi lulusan (SKL). KI 1 untuk sikap spiritual, KI 2 untuk sikap social, KI 3 untuk pengetahuan, dan KI 4 untuk keterampilan (Lampiran Permendikbud no.69 tahun 2013 tentang kerangka dasar kurikulum SMA). SKL terbagi menjadi tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Permendikbud No. 54 tahun 2013). Kedua, menghilangnya istilah penjurusan di SMA dan berganti menjadi peminatan. Istilah peminatan ini dimaksudkan agar tidak ada anggapan jurusan yang satu lebih unggul daripada jurusan yang lain, maka siswa ketika mendaftar sebagai siswa baru di SMA langsung memilih peminatan sesuai keinginan dia sendiri. Selain itu terdapat juga pelajaran pendalaman minat dan lintas minat. Lintas minat maksudnya siswa yang memilih peminatan MIPA bisa memepelajarai pelajaran peminatan social dan bahasa, dan juga sebaliknya siswa peminatan social bisa memeplajarai peminatan MIPA dan bahasa. Ketiga bertambahnya beban belajar siswa. Contohnya beban belajar Sedolah Dasar (SD) kelas 6 yang semula 32 jam menjadi 36 jam per minggu. Hal lainnya adalah berkurangnya jumlah mata pelajaran, contohnya di SMA, pelajaran TIK dan Bahasa Asing (kecuali peminatan bahasa) tidak lagi diajarkan. Sementara itu muatan lokal tidak tercantum secara jelas, dan hanya menjadi bagain dari mata pelajaran kelompok B. ini yang menjadi masalah utama, bagaimana nasib guru TIK, Bahasa Arab, Bahasa Sunda dan PLH (Mulok Jawa Barat)?
Saya di sini hanya akan memaparkan mata pelajaran Bahasa Sunda, karena basic saya di situ. Menghilangnya pelajaran bahasa Sunda dari struktrur kurikulum membuat guru-gurunya dilanda kebingungan. Melihat keadaan ini guru-guru bahasa daerah (tidak hnya bahasa Sunda) tidak tinggal diam, mereka berusaha meperjuangkan nasib mereka samapi ke DPR. Proses terus berlanjut sampai akhirnya keluar Surat Edaran Dinas Pendidikan Jawa Barat tentang mata pelajaran Bahasa Sunda dalam kurikulum 2013 dan berlanjut dengan surat edaran tentang KIKD Bahasa Sunda. Hal ini tidak lantas menyelesaikan masalah, yang ada adalah kebingungan dari sekolah dikarenakan terdapat dua struktur kurikulum. Struktur kurkulum yang pertama dari pusat, struktur kurikulum yang kedua drai dinas pendidikan provinsi. Seperti dibahas di atas, di kota Tasikmalaya sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 ada yang mencantumkan bahasa sunda sebagai pelajaran mandiri, ada juga yang tidak mencantumkannya karena menjadi bagian dari pelajaran seni budaya. Di kabupaten Tasikmalaya pun hampir sama, terutama di Sekolah menegah Kejuruan (SMK). Banyak guru bahasa Sunda SMK yang kehilangan pekerjaannya karena di sekolahnya tidak lagi terdapat pelajaran bahasa Sunda. Hal ini tentu menjadi masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Struktur kurikuum 2013 termuat dalam Permendikbud no. 67, 68, 69, dan 70. Peraturan menteri tersebut sebenarnya bisa menjadi tameng yang kuat untuk menangkal anggapan bahwa muatan local bahasa Sunda tidak ada dalam kurikulum 2013. Jika kita mengamati struktur kurikulum dalam peratruran tersebut, sebagai contoh di Permendikbud no. 69 tahun 2013 tentang kerangka dasar dan struktru kurikulum SMA/MA terdapat tiga kelompok pelajaran yaitu keompok A, B, dan C. kelompok A dan B merupakan kelompok mata pelajaran wajib yang membedakannya hanya kelompok B lebih menekankan pada keterampilan. Sementara itu kelompok C merupakan mata pelajaran peminatan. Konten kelompok mata pelajaran A dan C dikembangkan oleh pusat, sedangkan kelompok B diserahkan kepada daerah. Dari sini pun sudah bisa disimpulkan bahwa muatan local bisa tetap masuk ke struktur kurikulum, karena Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah menetapkan muatan lokalnya yaitu Bahasa daerah. Jika itu belum cukup, coba kita kaji lagi keterangan yang muncul dalam lampiran Permendikbud 69 tersebut. Di bawah strukur kurikulum terdapat kalimat-kalimat seperti ini, muatan local dapat memuat bahasa Daerah, satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu dari yang telah ditetapkan, serta Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Memang benar dalam struktur kurikulum 2013 dari pusat tidak terdapat muatan lokal bahasa Sunda. Dalam kelompok mata pelajaran B hanya terdapat tida pelajaran yaitu Penjaskes, Seni Budaya, dan Prakarya/kewirausahaan. Tapi seperti yang disebutkan di atas bahwa, struktur itu merupakan struktur minimal, jadi daerah/sekolah dapat menambah pelajaran terutama di kelompok mata pelajaran B. Penambahan jam untuk Jawa Barat sudah jelas sesuai dengan surat edaran tadi, yaitu Bahasa Sunda.
Saya kira jika kepala sekolah membaca peraturan tersebut secara lebih cermat, maka permasalahan itu tidak akan muncul. Guru-guru bahasa Sunda pun tidak akan dibuat cemas. Jika hal ini tidak menyelesaikan masalah juga, maka Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota harus segera turut campur. Jika perlu, Dinas pendidikan kabupaten/kota bisa mengumpulkan seluruh kepala sekolah untuk mensosialisasikan surat edaran dinas pendidikan provinsi tentang pembelajaran muatan local bahasa daerah pada semua jenjang pendidikan serta Permendikbud tentang struktur kurikulum 2013.
Satu lagi yang bisa disampaikan adalah posisi Bahasa Sunda sekarang agak mengkhawatirkan. Indikatornya adalah banyak orang tua yang mengajarkan berbicara kepada anaknya menggunakan Bahasa Indonesia. padahal mereka (ibu dan ayahnya) jelas-jelas keturunan Sunda serta sehari-hari menggunakan bahasa Sunda. Hal ini aneh, entah apa alasan mereka mengjarkan bicara kepada anaknya menggunakan bahasa Indonesia. mungkinkah factor gengsi? Agar disebut tidak ketinggalan zaman, tidak kapungan, tidak kuno? Entahlah. Jika Bahasa Sunda di keluarga sudah tidak lagi digunakan, di sekolah pun tidak diajarkan, maka suatu saat bahasa Sunda akan menjadi asing dan termasuk barang langka, dan kemudian menghilang. Oleh karena itu, jika Bapa/Ibu Kepala Sekolah atau Kepala Dinas merasa masih punya rasa deudeuh tur reueus terhadap bahasa Sunda, mata pelajaran Bahasa Sunda harus tetap diajarkan di instansi-instansi pendidikan di Jawa Barat.

14 September 2013 - Posted by | Alakadarna, Uncategorized | ,

2 Komentar »

  1. Kang, gaduh Perangkat pembelajaran lengkap Basa Sunda teu? Abdi peryogi pisan.
    Kirimken k Email mangdj83@yahoo.com
    Nuhun

    Komentar oleh mangDJ | 25 Mei 2014 | Balas

    • hapunten pisan nmbe diwaler. administrasi nu lengkep nuju digarap, pami tos rengse insya Aloh di uploadkeun

      Komentar oleh adejuve | 5 Agustus 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: