Adejuve

Cilondok Pasirsalam Mangunreja Tasikmalaya

Mutu Pembelajaran

2.1.1        Mutu Pembelajaran

2.1.1.1  Konsep Mutu

Mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan oleh pelanggan (Tim Dosen 2010:295). Mutu atau kualitas menitikberatkan fokusnya pada kepuasan pelanggan (konsumen). Barang atau jasa yang dihasilkan diupayakan agar sesuai dengan keinginan pelanggan.

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia mutu diartikan sebagai ukuran baik atau buruk suatu benda, taraf atau derajat. Pengertian mutu tersebut lebih mengedepankan mutu sebagai mutu barang atau jasa. Barang atau jasa yang bemutu berrati juga bermutu tinggi.  Sallis (2006 : 33 ) mutu adalah Sebuah filsosofis dan metodologis yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan.

Engkoswara (2010:304) mengemukakan bahwa mutu bukanlah konsep yang mudah untuk didefinisikan apalagi untuk mutu jasa yang dapat dipersepsi secara beragam. Mutu dapat didefinisikan beragam berdasarkan kriterianya sendiri seperti:

1)        Melebihi dari yang dibayangkan dna diingnkan

2)        Kesesuaian antara keinginan dan keyataan

3)        Sangat cocok dengan pemakaian

4)        Selalu ada perbaikan dna penyempurnaan

5)        Dari awal tidak ada kesalahan

6)        Membahagiaan pelanggan

7)        Tidak ada cacat atau rusak

Baca lebih lanjut

2 Agustus 2012 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | | Tinggalkan komentar

PENILAIAN KINERJA GURU

PENILAIAN KINERJA GURU (PKG)

sumber:

Direktorat Profesi Pendidik

Direktorat Jenderal

Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kementerian Pendidikan Nasional

Agustus, 2010

 

PKG merupakan penilaian prestasi kerja profesi guru, sehingga dikaitkan dengan peningkatan dan pengembangan karir guru. PKG terkait langsung dengan kompetensi guru seperti tercantum dalam Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Pembelajaran, dan Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 tentang Bimbingan dan Konseling. PKG juga menjamin bahwa guru melaksanakan pekerjaannya secara professional, serta menjamin bahwa layanan pendidikan yang diberikan oleh guru adalah berkualitas

HASIL PKG:

  • Merupakan bahan evaluasi diri bagi guru untuk mengembangkan potensi dan karirnya
  • Sebagai acuan bagi sekolah untuk merencanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
  • Merupakan dasar untuk memberikan nilai prestasi kerja guru dalam rangka pengembangan karir guru sesuai Permennegpan & RB No.16/2009

Untuk lebih jelasnya silahkan download ppt mengenai PKG dari Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Kependidikan kemendikbud dibawah ini

10-penilaian-kinerja

 

 

 

22 Juni 2012 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | | Tinggalkan komentar

Analisis SMAN 3 … (Standar Sarana&Prasarana dan Tenaga Pendidik&Kependidikan

Analisis SMAN ..

(Standar Sarana&Prasarana dan Tenaga Pendidik&Kependidikan)

A.      VISI DAN MISI

VISI

Mewujudkan Sekolah Bertaraf  Internasional Unggul dalam Bidang Iptek Berwawasan Kebangsaan dan Berwawasan Lingkungan Berdasarkan  Iman dan Taqwa

MISI

  1. Mengembangkan potensi  kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengedepankan keshalihan pribadi dan sosial.
  2. Mengembangkan keunggulan pendidikan IPTEK dalam memanfaatkan potensi lingkungan, seni dan budaya lokal maupun nasional.
  3. Meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga pendidikan berbasis Informasi dan Teknologi berstandar nasional dan global.
  4. Membentuk watak dan kepribadian siswa yang bermartabat dan berjiwa kebangsaan.
  5. Mengembangkan Pendidikan karakter Bangsa Indonesia yang jujur, mandiri dan kreatif berdasarkan kearifan lokal dan nasional.
  6. Mengembangkan sikap bangga sebagai bangsa Indonesia melalui latihan kepemimpinan dan ajang apresiasi seni, budaya, dan IPTEK.
  7. Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, teduh dan rindang.
  8. Mengembangkan pengetahuan dan sikap positif untuk memperbaiki, bersahabat dengan lingkungan hidup secara bijaksana.
  9. Mengembangkan etika lingkungan hidup dengan menjaga kelestariannya.
  10. Mengembangkan potensi kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual melalui pendidikan akhlak dan kepribadian.
  11. Memberdayakan peran serta stakeholders dalam penyelenggaraan pendidikan karakter.
  12. Meningkatkan peran bimbingan dan konseling dalam membentuk siswa yang religius, arif, cerdas untuk mewujudkan warga negara yang multidimensional.

B.       KEBIJAKAN MUTU

Kebijakan Mutu (ISO 9001 : 2008)

  1. Meningkatkan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan
  2. Meningkatkan Mutu Peserta Didik
  3. Meningkatkan Mutu Sarana Pendidikan dan Lingkungan Sekolah
  4. Meningkatkan Mutu Lulusan
  5. Meningkatkan Sistem  Manajemen Sekolah
  6. Meningkatkan Mutu Pelayanan

II.                KARAKTERISTIK SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

 (Permendiknas No.78 Tahun 2009 dan Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah Bertaraf Internasional)

Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional merupakan “Sekolah/Madrasah yang sudah memenuhi seluruh Standar Nasional Pendidikan dan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan sehingga memiliki daya saing di forum internasional”. Pada prinsipnya, Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional harus bisa memberikan jaminan mutu pendidikan dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Nasional Pendidikan.

Baca lebih lanjut

16 Januari 2012 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | Tinggalkan komentar

Diagram Tulang Ikan (Fishbone)

Diagram Fishbone (Ishikawa)

Sumber : wikipedia.org

 

Diagram Fishbone Ishikawa (disebut juga Fishikawa, diagram tulang ikan atau diagram sebab-akibat) adalah diagram yang menunjukkan penyebab dari suatu peristiwa tertentu yang ditemukan oleh Kaoru Ishikawa pada tahun sekitar 1960an. Diagram fishbone yang ditemukan ini umumnya digunakan untuk merancang produk, mencegah cacat produk dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor potensial masalah yang akan menyebabkan efek secara keseluruhan terhadap produk.
Setiap penyebab atau alasan ketidaksempurnaan merupakan sumber dari permasalahan. Penyebab ini umumnya dikelompokkan ke dalam beberapa kategori utama untuk mengidentifikasi sumber-sumber masalahnya.

People (Manusia) : Orang orang yang terlibat dengan proses
Methods (Cara) : Bagaimana proses dilakukan, kondisi spesifik yang diperlukan untuk melakukannya, seperti kebijakan, prosedur, aturan dan hukum
Machines (Peralatan) : Alat-alat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan
Materials (Bahan baku) : bahan yang digunakan untuk menghasilkan produk yang dikehendaki
Measurements (Pengukuran) : Data yang dihasilkan dari proses yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas produk yang dibuat
Environment (Kondisi lingkungan) : Contohnya seperti: lokasi, waktu, suhu dimana proses dijalankan

Sumber : wikipedia.org

contoh penggunaan Diagram Tulang ikan dalam pendidikan

 

16 Januari 2012 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | Tinggalkan komentar

PENDIDIKAN KARAKTER MULIA YANG KOKOH

Berikut disajikan makalah pendidikan karakter dari Prof. Udin Syaefudin Sa’ud, Ph.D yang disampaikan di seminar manajemen pendidikan Universitas Galuh Ciamis.

REVITALISASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN DASAR

 UNTUK FASILITASI PENDIDIKAN KARAKTER  MULIA YANG KOKOH BAGI GENERASI MASA DEPAN

Oleh :

Prof. UDIN SYAEFUDIN SA’UD, Ph.D

 A.         Pendahuluan

Sebagaimana kita pahami bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat cepat serta globalisasi yang dewasa ini terjadi berdampak positif dan negatif terhadap kehidupan bangsa Indonesia, baik kehidupan individu maupun sosial kemasyarakatan. Dampak positif dari perkembangan IPTEK dan globalisasi tersebut adalah terbukanya peluang pasar kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan negara. Sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya perubahan nilai dan norma kehidupan yang seringkali kontradiksi dengan norma dan nilai kehidupan yang telah ada di masyarakat, termasuk dalam didalamnya perubahan indikator dan perilaku karakter bangsa. Dalam konteks inilah sistem pendidikan, khususnya lembaga persekolahan, dituntut berperan secara mendasar untuk menumbuhkan dan memelihara norma dan nilai kehidupan positif yang telah ada di masyarakat dari pengaruh negatif perkembangan IPTEK dan globalisasi melalui proses pendidikan karakter bangsa yang kokoh.

Proses pendidikan yang benar dan bermutu dapat memberikan bekal dan kekuatan untuk memelihara ”jatidiri seseorang” dari pengaruh negatif globalisasi ataupun Ipteks, bukan hanya untuk kepentingan individu peserta didik, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat dan negara. Dalam konteks inilah, sistem pendidikan nasional yang membangun dan memfasilitasi ”karakter bangsa yang kokoh dan stabil” sangat dibutuhkan. Program pendidikan seperti apa yang dapat memfasilitasi pendidikan karakter bangsa yang kokoh? Bagaimana mekanisme pengelolaan pendidikan karakter bangsa yang kokoh pada lembaga pendidikan? Sistem kurikulum dan pembelajaran, guru, fasilitas dan sistem evaluasi seperti apa yang dapat memfasilitasi pendidikan karakter bangsa yang kokoh tersebut? Baca lebih lanjut

22 Oktober 2011 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | | Tinggalkan komentar

METODOLOGI PENELITIAN

di bawah ini disajikan materi  metodologi penelitian

7 Juli 2011 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | , | Tinggalkan komentar

PROGRAM KEPALA RSBI

Pada postingan terdahulu telah dibahas mengenai rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). RSBI merupakan sekolah yang mempunyai keunggulan daripada sekolah reguler. keunggulannya terletak pada pemenuhan standar nasional pendiidkan ditambah dengan indikator kunci tambahan yang lain.

berikut disajikan slide program kepala RSBI (tugas kuliah)

 

6 Juli 2011 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | | Tinggalkan komentar

Konsep E Learning

Pada postingan terdahulu telah dibahas mengenai E Learning. Berikut ini disajikan konsep E learning dalam bentuk slide power point.

6 Juli 2011 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | | Tinggalkan komentar

E LEARNING: Inovasi Pembelajaran

E LEARNING:

Inovasi Pembelajaran Melalui Internet

1.      Konsep E learning

Udin Sa’ud (2009) menguraikan bahwa proses pemeblajaran tradisional-konvensional yang terjadi dalam ruangan kelas, pada era globalisasi dan desentralisasi ini pelan namun pasti akan kehilangan bentuk. Seiring kemajuan teknologi, maka peran teknologi informasi akan merambah berbagai bidang termasuk pendidikan.

Penggunaan internet dalam dunia pendidikan merupakan sebuah dimensi baru yang dapat memberikan keuntungan dan kegunaan (Riche Cyntia Johan;2008). E Learning merupakan istilah  dari pembelejaran dengan menggunakan internet.

E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. (http://e-dufiesta.blogspot.com/2008/06/pengertian-e-learning.html).

Istilah elektronik learning ( E-Learning ) diartikan pula upaya menghubungkan pembelajar (siswa) dengan sumber belajar (database, guru, perpustakaan) yang secara fisik berpisah atau ahkan berjauhan. Interaktivitas dlaam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Baca lebih lanjut

11 Juni 2011 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | | Tinggalkan komentar

STATISTIKA DESKRIPTIF MENGOLAH DATA MENJADI INFORMASI

Lecture Note 03

STATISTIKA DESKRIPTIF

Mengolah data menjadi informasi

oleh: Kusnendi*

 

Mean, median dan Modus

Ukuran Pemusatan Kelebihan Kekurangan
Mean Dapat menggambarkan mean populasi Digunakan untuk data yang diukur minimal dalam skala interval. Peka terhadap data ekstrim (outliers)
Median Digunakan untuk data yang diukur dalam skala ordinal, interval dan rasio. Tidak peka terhadap data ekstrim (outliers) Kurang  dapat menggambarkan mean populasi
Modus Digunakan untuk data yang diukur dalam skala nominal, ordinal, interval dan rasio. Tidak peka terhadap data ekstrim (outliers) Kurang  dapat menggambarkan mean populasi. Memiliki dua atau lebih modus

  * Dosen pascasarjana UPI Bandung dan UNIGAL

untuk mendapatkan file lengkapnya,silahkan didownload di link di bawah ini

STATISTIKA DESKRIPTIF MENGOLAH DATA MENJADI INFORMASI

1 Juni 2011 Posted by | Pasca UNIGAL (Manajemen Pendidikan) | | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya.