Adejuve

Cilondok Pasirsalam Mangunreja Tasikmalaya

SILABUS BASA SUNDA KURIKULUM 2013

Silabus mata pelajaran Basa Sunda pikeun SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK tos tiasa di download di website resmi UPI Bandung. link na ieu di handap
SILABUS BASA SUNDA

30 Juli 2013 Posted by | Administrasi Guru | , , | 3 Komentar

RUANG LINGKUP MATA PELAJARAN DI SMA

  1. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
  1. Tujuan

Pendidikan Agama Islam di SMA/MA bertujuan untuk:

  1. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
  2. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
  1. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Al-Qur’an dan Hadits
  2. Aqidah
  3. Akhlak
  4. Fiqih
  5. Tarikh dan Kebudayaan Islam

Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

 

  1. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
  1. Tujuan

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
  2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
  3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
  4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

 

  1. Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan.
  2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional.
  3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM.
  4. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan warga negara.
  5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi.
  6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi.
  7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka.
  8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.

 

  1. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
  1. Tujuan

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. Baca lebih lanjut

3 November 2011 Posted by | Administrasi Guru | | Tinggalkan komentar

KATA KERJA OPERASIONAL KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK

Kata Kerja Ranah Kognitif

 

Pengetahuan (C1)

Pemahaman (C2)

Penerapan (C3)

Analisis (C4)

Sintesis (C5)

Penilaian (C6)

Mengutip

Menyebutkan

Menjelaskan

Menggambar

Membilang

Mengidentifikasi

Mendaftar

Menunjukkan

Memberi label

Memberi indeks

Memasangkan

Menamai

Menandai

Membaca

Menyadari

Menghafal

Meniru

Mencatat

Mengulang

Mereproduksi

Meninjau

Memilih

Menyatakan

Mempelajari

Mentabulasi

Memberi kode

Menelusuri

Menulis

Memperkirakan

Menjelaskan

Mengkategorikan

Mencirikan

Merinci

Mengasosiasikan

Membandingkan

Menghitung

Mengkontraskan

Mengubah

Mempertahankan

Menguraikan

Menjalin

Membedakan

Mendiskusikan

Menggali

Mencontohkan

Menerangkan

Mengemukakan

Mempolakan

Memperluas

Menyimpulkan

Meramalkan

Merangkum

Menjabarkan

 

Menugaskan

Mengurutkan

Menentukan

Menerapkan

Menyesuaikan

Mengkalkulasi

Memodifikasi

Mengklasifikasi

Menghitung

Membangun

Membiasakan

Mencegah

Menentukan

Menggambarkan

Menggunakan

Menilai

Melatih

Menggali

Mengemukakan

Mengadaptasi

Menyelidiki

Mengoperasikan

Mempersoalkan

Mengkonsepkan

Melaksanakan

Meramalkan

Memproduksi

Memproses

Mengaitkan

Menyusun

Mensimulasikan

Memecahkan

Melakukan

Mentabulasi

Memproses

Meramalkan

Menganalisis

Mengaudit

Memecahkan

Menegaskan

Mendeteksi

Mendiagnosis

Menyeleksi

Merinci

Menominasikan

Mendiagramkan

Megkorelasikan

Merasionalkan

Menguji

Mencerahkan

Menjelajah

Membagankan

Menyimpulkan

Menemukan

Menelaah

Memaksimalkan

Memerintahkan

Mengedit

Mengaitkan

Memilih

Mengukur

Melatih

Mentransfer

Mengabstraksi

Mengatur

Menganimasi

Mengumpulkan

Mengkategorikan

Mengkode

Mengombinasikan

Menyusun

Mengarang

Membangun

Menanggulangi

Menghubungkan

Menciptakan

Mengkreasikan

Mengoreksi

Merancang

Merencanakan

Mendikte

Meningkatkan

Memperjelas

Memfasilitasi

Membentuk

Merumuskan

Menggeneralisasi

Menggabungkan

Memadukan

Membatas

Mereparasi

Menampilkan

Menyiapkan Memproduksi

Merangkum

Merekonstruksi

 

Membandingkan

Menyimpulkan

Menilai

Mengarahkan

Mengkritik

Menimbang

Memutuskan

Memisahkan

Memprediksi

Memperjelas

Menugaskan

Menafsirkan

Mempertahankan

Memerinci

Mengukur

Merangkum

Membuktikan

Memvalidasi

Mengetes

Mendukung

Memilih

Memproyeksikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata Kerja Ranah Afektif

Menerima (A1)

Menanggapi (A2)

Menilai (A3)

Mengelola (A4)

Menghayati (A5)

Memilih

Mempertanyakan

Mengikuti

Memberi

Menganut

Mematuhi

Meminati

 

Menjawab

Membantu

Mengajukan

Mengompromikan

Menyenangi

Menyambut

Mendukung

Menyetujui

Menampilkan

Melaporkan

Memilih

Mengatakan

Memilah

Menolak

Mengasumsikan

Meyakini

Melengkapi

Meyakinkan

Memperjelas

Memprakarsai

Mengimani

Mengundang

Menggabungkan

Mengusulkan

Menekankan

Menyumbang

Menganut

Mengubah

Menata

Mengklasifikasikan

Mengombinasikan

Mempertahankan

Membangun

Membentuk pendapat

Memadukan

Mengelola

Menegosiasi

Merembuk

Mengubah perilaku

Berakhlak mulia

Mempengaruhi

Mendengarkan

Mengkualifikasi

Melayani

Menunjukkan

Membuktikan

Memecahkan

Kata Kerja Ranah Psikomotorik

Menirukan (P1)

Memanipulasi (P2)

Pengalamiahan (P3)

Artikulasi (P4)

Mengaktifkan

Menyesuaikan

Menggabungkan

Melamar

Mengatur

Mengumpulkan

Menimbang

Memperkecil

Membangun

Mengubah

Membersihkan

Memposisikan

Mengonstruksi

Mengoreksi

Mendemonstrasikan

Merancang

Memilah

Melatih

Memperbaiki

Mengidentifikasikan

Mengisi

Menempatkan

Membuat

Memanipulasi

Mereparasi

Mencampur

Mengalihkan

Menggantikan

Memutar

Mengirim

Memindahkan

Mendorong

Menarik

Memproduksi

Mencampur

Mengoperasikan

Mengemas

Membungkus

 

Mengalihkan

Mempertajam

Membentuk

Memadankan

Menggunakan

Memulai

Menyetir

Menjeniskan

Menempel

Menseketsa

Melonggarkan

Menimbang

 

 

 

18 Oktober 2011 Posted by | Administrasi Guru | | 9 Komentar

Model Pembelajaran Neruskeun Carita pikeun Pangajaran Nulis Carita Pondok

Model Pembelajaran Neruskeun Carita pikeun Pangajaran Nulis Carita Pondok

Carita pondok mangrupa salsahiji bahan nu kudu ditepikeun ka siswa dina pangajaran nulis, maca, jeung ngaregepkeun. Dina nulis carita pondok remen kapanggih sababaraha pasualan, salasahijina nya éta siswa teu boga ideu pikeun bahan tulisan. Ngamimitian nulis mangrupa hiji titik nu jadi masalah pikeun siswa. Dumasar pangalaman aya hiji model nu bisa digunakeun pikeun ngungkulan ieu pasualan. Model nu digunakeun nya éta model neruskeun carita. (meneruskan cerita http://wyw1d.wordpress.com/2009/11/22/model-pembelajaran-melanjutkan-cerita/#more-692).

Léngkah-léngkahna saperti kieu:

1. Siswa dibéré penejelasan ngeunaan tujuan pangajaran.

Sakapeung sok kapopohokeun ieu léngkah téh, padahal mah kacida pentingna. Tujuan pembelajaran perlu ditepikeun ka siswa sangkan maranéhna apal kompéténsi naon waé nu kudu dipibanda tina éta pangajaran

2. Siswa dikelompokeun

Dina ngelompokeun bisa ku sasbabarah cara, nu pangmindenna digunakeun mah ku cara ngitung sawatara angka. Cara séjénna bisa ku kartu pengelompokan, puzzle, label ngaran, jeung sajabana (Silberman 2006;48). Posisi korsi jeung meja ogé kudu diatur, henteu posisi konvensional. Posisi korsi jeung meja bisa wangun U, gaya tim, meja konferensi, Auditoium, jeung sajabana (Silberman 2006:36).

3. Guru maca carita pondok tapi teu nepi ka réngsé

Ieu léngkah mangrupa inti tina ieu model. Carita nu ditepikeun kudu nu bisa ngirut siswa, sarta ngajdikeun maranéhanana panasaran kana terusan caritana.

Ieu conto carita nu can réngsé (cocok pikeun SMA)

MANEHNA

“ kumaha nya euy?”

“ ari urang mah teu bisa nangtukeun,kudu milih nu mana. ngan ari ceuk urang mah bisa waé gogoda éta téh” Iwan ngajawab.

“ urang gé sabenerna mah sok rajeun mikir ka lebah dinya, sarta ngusahakeun pikeun mopohokeun manéhna. Tapi éta téh da ngan sakeudeung, inget deui inget deui ka dituna mah. Ti mimiti nempo gé da karasa geus aya nu béda. beungeutna mah teu sabaraha geulis, loba nu leuwih geulis, tapi duka kumaha da asa resep nempokeunana téh, teu matak bosen. sipatna ogé matak pikaresepuen pisan ceuk urang mah. Urang mah nu teu bisa poho téh kana sorana, dédéngeueun pisan. Ieu mah duka urang nu géér duka kumaha ngan urang mah ngarasa manéhna gé aya rasa. Manéhna gé ngarasa sok diperhatikeun ku urang.“

“ ari sikep manéh kumaha ka manéhna?” Iwan malah nanya

“ puguh nyéta urang téh sok api-api teu nempo mun rajeun teu kahaja panggih gé. Sok sieun apaleun urang merhatikeun waé. Sieun apaleun urang resepeun.”

“ naha bet sieun?da ari rasa resep, nyaah, cinta mah hak sakabéh jalma” ceuk Iwan

Saré téh rada peuting harita mah, jam 12 kakara saré. Kapikiran waé tuda. Beuki lila téh asa beuki kapikiran. Sakapeung sok dibanding-banding jeung Santi, asa loba unggulna manéhna mah. Sok kaduhung sakapeung mah naha baheula bet rurusuhan jangji rék serius jeung Santi. Da atuh baheula téh keur bener-bener butuh ku nu ngadukung, butuh batur ngobrol, curhat. Keur riuet pisan nyusun skripsi baheula téh.

…………………..

4. Guru maréntahkeun ka kelompok pikeun neruskeun carita nepi ka réngsé.

5. Kelompok siswa nyawalakeun terusan carita dina kelompok

Dina proses ieu, samemehna waktu kelompok pikeun nyawalakeun terusan carita kudu ditangtukeun ku guru.

6. Sabada réngsé, wawakil unggal kelompok macakeun hasil pagawéan kelompokna

7. Guru ngaevaluasi hasil pagawéan unggal kelompok ku cara mere komentar. Aspek pilihan kecap jeung kalimah jadi  bahan evaluasina

8. Guru nepikeun konsep dasar carita pondok

9. Siswa dibéré pancén pikeun nulis carita pondok di imahna sewing-séwangan.

Saperti kitu léngkah-léngkah pembelajaranna. Sabenerna aya kénéh model nu bisa digunakeun dina pangajara nulis carita pondok, saperti carita dumasar gambar, carita dumasar video, paraphrase lagu, jeung sajabana. Cag..

DAFTAR RUJUKAN

Silberman, malvin. 2006. Active learning. Bandung: penerbit Nusamedia

http://wyw1d.wordpress.com/2009/11/22/model-pembelajaran-melanjutkan-cerita/#more-692).

27 Juni 2011 Posted by | Administrasi Guru | | Tinggalkan komentar

BUBUKA PANGAJARAN

BUBUKA PANGAJARAN

ku Adejuve

Bubuka  dina proses pembelajaran mangrupa hal nu kacida pentingna. Bubuka kudu direka-reka sangkan ngajadikeun siswa kataji jeung resep kana pangajaran nu rek dilaksanakeun.

Dumasar pangalaman, aya sababaraha teknik nu bisa dijadikeun bubuka pangajaran, nya éta:

1. Pre tes nu interaktif ngagunakeun teknologi informasi

Wangun pertanyaan pikeun pretes kdu disiapkeun heula saméméhna ngagunakeun software husus. Hot potatoes jeung wondershare quiz maker bisa digunakeun. Ieu cara tangtu baris ngirut murid, tapi merlukeun media LCD Proyektor tur computer/laptop. Pertanyaanna oge wangunna rupa-rupa (pilihan ganda, TTS, menjodohkan, melengkapi kalimat, multiple response, click map, sequence jsb). Tampilanna oge bisa direka-reka, misalna siswa ngeklik jawaban nu salah, kekecapan atawa kalimat nu muncul bisa “aduh lepat, teu acan leres, sanes eta waleranna, jeung sajabana”. Waktu oge bisa diatur, mun siswa lila ngajwabna baris aya tulissan “lami teuing jang/neng” atawa kalimah lian nu geus dijieun samemehna. Baca lebih lanjut

24 Juni 2011 Posted by | Administrasi Guru | | Tinggalkan komentar

SKENARIO ASESMEN KINERJA PIKEUN MEUNTEUN PANGAJARAN DISKUSI

SKENARIO ASESMEN KINERJA PIKEUN MEUNTEUN PANGAJARAN DISKUSI

Kataji pisan ku tulisan Dr. Ana Ratna Wulan, M.Pd dina Jurnal Mimbar pendidikan UPI (2008) ngeunaan scenario Asesmen Kinerja pikeun proses pembelajaran. Eta skenario téh pas pisan mun dilaksanakeun pikeun diajar diskusi di kelas. Prosesna saperti kieu: Baca lebih lanjut

8 Juni 2011 Posted by | Administrasi Guru | | Tinggalkan komentar

ANALISIS HASIL UJIAN

ANALISIS HASIL UJIAN SISWA

Unggal réngsé UAS , kuring nyoba nyieun analisis hasil ujian ngagunakeun Excel. Format jeung desain analisisna meunang ngadownload di internet. Ngan hapunten pisan sumberna teu kacatet hilap deui. Ieu di handap conto analisis hasil ujianna.

Analisis hasil ujian oge bisa ngagunakeun software khusus, nya eta Anates. anates nya eta software nu husus di desain pikeun analisis hasil ujian. wangun ujian pilihan ganda (multiple choiche) jeung uraian bisa di analisis ngagunakeun anates. jika anda memrlukannya, silahkan download di bawah ini.

Analisis hasil ujian siswa ngagunakeun microsoft exel jeung anates.

ANALISIS UAS

AnatesV4-New.html

1 Juni 2011 Posted by | Administrasi Guru | | Tinggalkan komentar

SK KD BASA SUNDA SMA

 

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMA/SMK/MA

KELAS X

1. Menyimak (ngaregepkeun)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
10.1 Mampu memahami dan

menanggapi wacana

lisan melalui menyimak

pidato (biantara) dan

siaran radio/televisi.

 

 

10.1.1 Menyimak bahasa dan isi pidato

10.1.2 Menyimak bahasa dan isi siaran

radio/televisi

 

2. Berbicara (nyarita

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
10.2 Mampu mengungkapkan

pikiran, perasaan, dan

keinginan secara lisan

dalam menceritakan

pengalaman,  berpidato,

bercerita (ngadongeng),

bercakap-cakap, dan

berdiskusi kelompok.

10.2.1  Menceritakan pengalaman

10.2.2  Berpidato (biantara)

10.2.3  Bercerita (ngadongeng)

10.2.4  Bercakap-cakap dalam

berbagai situasi

10.2.5  Berdiskusi kelompok

3.   Membaca (maca)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
10.3 Mampu memahami dan

menanggapi  wacana tulis

melalui membaca sejarah

lokal/cerita babad, puisi, dan

berita dari surat kabar/

majalah/media elektronik.

10.2.1 Membaca sejarah lokal/

cerita babad

10.3.3 Membaca puisi

10.3.3 Membaca berita (warta)

dari surat kabar/majalah/

media elektronik

 

 

4. Menulis (nulis)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
10.4 Mampu mengungkapkan

pikiran, perasaan, dan

keinginan secara tertulis

dalam bentuk terjemahan,

aksara Sunda, surat, dan

biografi.

10.4.1 Menerjemahkan ke dalam

bahasa Sunda

10.4.2 Menulis aksara Sunda

10.2.2 Menulis beragam surat

10.2.3 Menulis biografi (riwayat hirup)

 


KELAS XI

1. Menyimak (ngaregepkeun)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
11.1 Mampu  memahami dan

menanggapi  wacana

lisan melalui menyimak

rumpaka lagu kawih/

tembang dan cerita

wayang.

11.1.1 Menyimak  rumpaka

kawih/tembang secara

langsung atau melalui

media kaset/radio/televisi.

11.1.2 Mendengarkan carita wayang

secara langsung atau melalui

media kaset/radio/televisi

 

2. Berbicara (nyarita

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
11.2 Mampu mengungkapkan

pikiran, perasaan, dan

keinginan secara lisan

dalam menyampaikan

berita, pengumuman, atau

pesan,  bercerita

(ngadongeng), memimpin

rapat, berwawancara, dan

bermain peran.

11.2.1 Menyampaikan berita (warta),

pengumuman (bewara), atau

pesan (talatah)

11.2.2 Bercerita (ngadongeng)

11.2.3 Memimpin acara rapat

11.2.4 Mewawancarai  tokoh

11.2.5 Bermain peran (ngaragakeun)

 

3.   Membaca (maca)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
11.3  Mampu memahami dan menanggapi bacaan melalui membaca biografi, novel, laporan jurnalistik perjalanan, dan bahasan. 11.3.1  Membaca biografi      

11.3.2  Membaca novel

11.3.3  Membaca  laporan  jurnalistik

perjalanan  (lalampahan)

11.3.4  Membaca  bahasan

 

 

4. Menulis (nulis)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
11.4  Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan secara tertulis dalam bentuk carita pondok, laporan kegiatan, dan resensi buku. 11.4.1 Menulis carita pondok

11.4.2 Menulis laporan kegiatan

11.4.3 Menulis resensi buku

 

KELAS XII

1. Menyimak (ngaregepkeun)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
12.1 Mampu  memahami

dan menanggapi

wacana lisan melalui

menyimak dongeng

dan percakapan

(wangkongan).

12.1.1 Menyimak dongeng dari radio/

kaset/yang dibacakan

12.1.2 Menyimak percakapan dalam

berbagai situasi

 

2. Berbicara (nyarita

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
12.2 Mampu mengungkapkan

pikiran, perasaan, dan

keinginan secara lisan

melalui bercakap-cakap,

memandu acara,

memimpin diskusi

(numbu  catur), berdiskusi/

Berseminar (sawala), dan

berpidato.

12.2.1 Bercakap-cakap (paguneman)

12.2.2 Memandu acara (MC)

12.2.3 Memimpin diskusi

12.2.4 Berdiskusi atau berseminar

12.2.5 Berpidato dalam berbagai

situasi

 

3. Membaca (maca)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
12.3 Mampu  memahami dan

menanggapi bacaan

melalui membaca artikel,

carita buhun, dan

bahasan.

12.3.1 Membaca artikel tentang

budaya

12.3.2 Membaca carita buhun

12.3.3 Membaca bahasan tentang

kesenian

 

 

4. Menulis (nulis)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
12.4 Mampu mengungkapkan

pikiran, perasaan, dan

keinginan secara tertulis

dalam bentuk puisi, esai,

dan teks drama.

12.4.1 Menulis puisi (wangun  ugeran)

12.4.2 Menulis esai berdasarkan topik

tertentu

12.4.3 Menulis teks drama

berdasarkan cerita

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Juni 2011 Posted by | Administrasi Guru | | Tinggalkan komentar

PANDUAN MATA PELAJARAN BASA SUNDA

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda disusun berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 5 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah, yang menetapkan bahasa daerah, antara lain, bahasa Sunda, diajarkan di pendidikan dasar di Jawa Barat. Kebijakan tersebut sejalan dengan jiwa UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang bersumber dari UUD 1945 yang menyangkut Pendidikan dan Kebudayaan. Sejalan pula dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Bab III Pasal 7 Ayat 3–8, yang menyatakan bahwa dari SD/MI/SDLB, SMP/MTs./SMPLB, SMA/MAN/SMALB, dan SMK/MAK diberikan pengajaran muatan lokal yang relevan dan Rekomendasi UNESCO tahun 1999 tentang “pemeliharaan bahasa-bahasa ibu di dunia”.
Bahasa Sunda berkedudukan sebagai bahasa daerah, yang yang juga merupakan bahasa ibu bagi sebagian besar masyarakat Jawa Barat. Bahasa Sunda juga menjadi bahasa pengantar pembelajaran di kelas-kelas awal SD/MI.
Berdasarkan kenyataan tersebut, bahasa Sunda harus diajarkan di sekolah-sekolah, mulai Taman Kanak-kanak (TK)/Raudhatul Athfal (RA), Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliah (MA). Oleh karena itu, perlu disusun Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan satuan pendidikan tersebut.
Pembelajaran bahasa Sunda diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya dan budaya Sunda, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat Sunda, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran bahasa Sunda diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Sunda dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan Sunda.
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Sunda merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Sunda. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal dan regional.
Dengan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Sunda ini diharapkan:
1. peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya sastra dan intelektual orang Sunda;
2. guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar;
3. guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya;
4. orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah;
5. sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia;
6. daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan lokal dengan tetap memperhatikan kepentingan regional Jawa Barat.

SK KD sareng panduan mata Pelajarana Basa Sunda kanggo TK, SD/MI, SMP/MTS,SMA/SMK ti Dinas Pendidikan Jawa Barat tiasa di download di handap

2. STANDAR KOMPETENSI

7 April 2011 Posted by | Administrasi Guru | | 2 Komentar

juknis pengembangan RPP

JUKNIS PENGEMBANGAN RPP

  Salah satu Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan melalui Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan adalah standar
proses. Standar proses selanjutnya diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
(Permendiknas) Nomor 41 Tahun 2007. Standar proses berisi kriteria minimal proses
pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Standar proses meliputi
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil
pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran. Perencanaan proses pembelajaran
meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Setiap pendidik harus
menyusun RPP secara lengkap dan sistematis yang mengacu pada silabus. Kegiatan
pembelajaran (langkah-langkah) dalam RPP disusun dengan mengutamakan proses

pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat minat peserta didik. RPP memuat identitas mata
pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian
kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan Bimtek KTSP tahun 2009 dan hasil supervisi Direktorat
Pembinaan SMA ditemukan bahwa pada umumnya para guru telah menyusun RPP akan
tetapi masih banyak yang belum memenuhi ketentuan standar proses. Hal ini disebabkan
guru belum bisa membedakan antara indikator pencapaian kompetensi, tujuan
pembelajaran, dan indikator soal. Mereka belum tepat dalam memilih dan menentukan
metode pembelajan, sehingga dalam proses belajar, peserta didik belum mendapatkan
pengalaman belajar yang bermakna. Fenomena lain, banyak ditemukan guru masih
menggunakan RPP yang belum disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik
pada satuan pendidikan, bahkan pembuatan RPP belum sesuai dengan tujuan yang telah
dirumuskan dalam silabus.
Sebagai respon atas temuan dan masukan tersebut, maka dalam upaya memenuhi
kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dan membantu guru dalam mengembangkan
RPP yang baik, Direktorat Pembinaan SMA menyusun dan menerbitkan “Petunjuk Teknis
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMA”.

juknis pengembangan RPP KTSP 2010 bisa didownload di bawah ini

21. Juknis Pengembangan RPP _ISI-Revisi_0104

22 Maret 2011 Posted by | Administrasi Guru | | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 190 pengikut lainnya.